PERANGKAT AJAR KURIKULUM MERDEKA KELAS 4 SD/MI [LENGKAP]

POJOK DATA - Hallo Pojokers Kali ini kami akan bagikan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka  Kelas 4 SD/MI

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum pendidikan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada satuan pendidikan dan guru dalam menyusun proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal masing-masing sekolah.



Berikut adalah beberapa poin utama tentang Kurikulum Merdeka:

Fleksibilitas Pembelajaran

Sekolah memiliki keleluasaan dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru dapat menyusun pembelajaran berdasarkan kondisi dan karakteristik siswa serta lingkungan.

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Kurikulum ini mendorong pembelajaran yang lebih kontekstual melalui proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Siswa dilibatkan dalam proyek yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas.

Profil Pelajar Pancasila

Kurikulum Merdeka berfokus pada pengembangan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila mencakup enam aspek utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Pendekatan Asesmen yang Beragam

Evaluasi dan penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada proses dan perkembangan siswa secara holistik. Guru memiliki kebebasan dalam melakukan asesmen formatif dan sumatif sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Peran Guru sebagai Fasilitator

Guru lebih berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam proses belajar. Guru membantu siswa untuk menemukan cara belajar yang sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan personal.

Implementasi Bertahap

Kurikulum Merdeka mulai diimplementasikan secara bertahap pada tahun 2022, dengan fokus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Namun, setiap sekolah diberikan kebebasan untuk mengadopsi kurikulum ini sesuai dengan kesiapan mereka.

Kurikulum ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif, relevan, dan kontekstual agar siswa lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

 

Administrasi perencanaan dalam Kurikulum Merdeka (Kumer) melibatkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk mengelola dan merancang proses pembelajaran. Berikut adalah daftar administrasi perencanaan yang biasanya digunakan dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah:

Capaian Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran

Modul Ajar

Bahan Ajar

Kalender Pendidikan

Program Semester

Program Tahunan

Jurnal Pembelajaran

 

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP adalah susunan atau urutan tujuan pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk membantu siswa mencapai Capaian Pembelajaran (CP) dalam kurikulum. Alur ini menjelaskan langkah-langkah atau tahapan pembelajaran dari konsep yang paling dasar hingga konsep yang lebih kompleks, sehingga siswa dapat memahami dan menguasai materi dengan baik.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, ATP berfungsi sebagai panduan bagi guru untuk merencanakan proses pembelajaran agar lebih terstruktur dan terarah, sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai siswa pada setiap tahap pembelajaran.

Elemen Kunci dari Alur Tujuan Pembelajaran:

Tujuan Pembelajaran: Pernyataan tentang apa yang harus dicapai siswa setelah mengikuti suatu proses pembelajaran. Biasanya terkait dengan keterampilan atau pengetahuan spesifik yang diharapkan siswa kuasai.

Tahapan Pembelajaran: ATP disusun secara berjenjang, mulai dari konsep-konsep dasar hingga yang lebih kompleks. Misalnya, siswa memulai dengan pemahaman konsep dasar terlebih dahulu sebelum mempelajari penerapan konsep tersebut dalam konteks yang lebih luas.

Keterkaitan Antar Materi: ATP menghubungkan setiap tujuan pembelajaran dengan tujuan yang lain, memastikan ada kesinambungan dan hubungan logis antara konsep atau keterampilan yang dipelajari.

Penilaian (Asesmen): ATP juga memandu bagaimana penilaian dilakukan pada setiap tahap untuk memastikan siswa mencapai tujuan yang diharapkan. Ini bisa berupa asesmen formatif (penilaian di tengah proses pembelajaran) atau sumatif (penilaian akhir).

Fleksibilitas dalam Pengajaran: Meskipun ATP memberikan kerangka dasar pembelajaran, guru memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa di kelas.

Contoh Alur Tujuan Pembelajaran:

Misalnya, dalam mata pelajaran Matematika:

Tahap 1: Siswa memahami konsep dasar operasi bilangan.

Tahap 2: Siswa mengaplikasikan operasi bilangan dalam masalah sehari-hari.

Tahap 3: Siswa menyelesaikan masalah kompleks yang melibatkan operasi bilangan dalam konteks yang lebih luas.

ATP ini memungkinkan siswa untuk mempelajari satu keterampilan atau pengetahuan secara bertahap dan terarah, sehingga pemahaman yang mendalam dapat tercapai sebelum melanjutkan ke tahap yang lebih lanjut.

DOWNLOAD PERANGKAT AJAR KELAS 2 SD KURIKULUM MERDEKA

PERANGKAT AJAR KELAS 4 | DOWNLOAD

 

Baca Juga:


Soal S.A.S Kelas 1 Lengkap
Soal S.A.S Kelas 2 Lengkap
Soal S.A.S Kelas 3 Lengkap
Soal S.A.S Kelas 4 Lengkap
Soal S.A.S Kelas 5 Lengkap
Soal S.A.S Kelas 6 Lengkap

 

Komentar